Merawat Kemerdekaan, Menjauhi Permusuhan

Dalam kehidupan ini kita diperhadapkan dengan begitu banyak kondisi atau situasi, baik itu situasi yang penuh keceriaan maupun sebaliknya terkadang ada saat dimana kita hidup pada kondisi yang sangat tidak mengenakan/atau buruk. Dua kondisi itu sebenarnya tidak bisa kita hindari sebagai manusia yang penuh keterbatasan. Ketika seseorang berada pada keadaan yang nyaman dia begitu menikmati dan terkadang lupa akan hal-hal sulit mungkin itu terjadi pada orang-orang sekitar. Namun ketika seseorang hidup pada satu keadaan yang rasanya tidak bebas atau situasi sulit dan penuh tekanan dari banyak hal maka saat seperti itulah kerinduan untuk bisa terbebas dari kesulitan dan himpitan itu menjadi impian yang selalu diharapkan, impian seperti itulah yang membuat semangat berkobar-kobar untuk berusaha keluar dari kemelut hidup atau dengan Kata lain Merdeka dari segalah himpitan dan kesulitan. 

 Kita baru saja merayakan HUT RI ke-75 yang menunjukan kepada dunia bahwa kita adalah Negara Merdeka dimana selama ratusan tahun kita dijajah, ditindas dan dipersulit sehingga banyak hal-hal pahit yang dialami oleh mereka yang sudah berjuang dan pada akhirnya KEMERDEKAAN bangsa ini peroleh walupun dengan susah payah dan pertumpahan darah serta banyak memakan korban. Saat kita hidup pada masa ketika sudah merdeka tentu ada perbedaan yang sangat signifikan dengan mereka yang pada masa sebelum merdeka dan hal itulah yang seharusnya menjadi contoh kepada kita sebagai orang beriman. KEMERDEKAAN tidak diperoleh dengan cara yang gampang namun dengan segalah perjuangan dan darah. 

Rasul paulus memiliki pandangan yang sangat luar biasa tentang KEMERDEKAAN sehingga bagi dia Kemerdekaan yang diperoleh haruslah dijaga dan dirawat sebaik-baiknya karena Kristuslah yang memerdekakan kita. Inti dari sebuah kemerdekaan yang disebutkan dalam Galatia 5 ayat yang pertama sebenarnya Paulus mau menegaskan kepada kita sebagai Orang Percaya dengan satu kata yang sederhana namun sangat jelas yaitu " SUNGGUH-SUNGGUH MERDEKA " kenapa kata sungguh-sungguh merdeka yang dipakai Paulus dalam inti bacaan ini ? Karena kadang kala kita merasa kita adalah orang kristen yang merdeka namun pada kenyataan kehidupan sehari-hari kita belum memiliki prioritas terhadap hal-hal yang menjadi kebutuhan rohani atau iman kita secara pribadi. 

Kita bisa merasakan perbedaan dalam kehidupan saat kita lebih banyak waktu tenaga dan konsentrasi untuk hal-hal dunia, hubungan antara sesama yang selalu tidak cocok, mencintai sesuatu lebih dari pada hal-hal yang bukan urusan iman dan rohani itu sama saja kita masih dikenakan kuk perhambaan seperti  yang terlulis dalam bacaan kita tadi. Injil lukas juga sudah memberikan gambaran kepada kita bahwa kita tidak bisa mengabdi kepada Allah dan Mamon sekaligus karena kita akan lebih mengasihi yang satu dan membenci. Jika kita adalah orang merdeka maka kuk perhambaan seharusnya tidak lagi dikenakan kepada kita. 

Kita adalah orang merdeka, merdeka dari perhambaan dosa maka setidaknya segalah irih hati dengki dan pementingan diri sendiri sudah tidak lagi ada pada kita. Sekali lagi paulus menegaskan soal merdeka yang sesungguhnya adalah kita harus menjauhkan diri dari permusuhan karena permusuhan hanya membawa kita kembali ke dalam perhambaan dosa yang membuat kita terus menerus menjadi hamba dosa. Marilah kita merawat kemerdekaan dengan menjauhkan dari permusuhan karena kita telah dipanggil untuk merdeka, jangan kita mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk tetap hidup dalam dosa, marilah kita saling melayani satu dengan yang lain dalam Kasih itulah bagian terpenting dalam merawat kemerdekaan sebagai orang Kristen yang baik. AMIN.

Subscribe to receive free email updates:

Comments
0 Comments