Menerima Apa Adanya

Allah Menerima Manusia Apa Adanya
Ada sebuah kisah yang sangat menginspirasi, dimana kisah itu bercerita tentang seorang anak yang berprofesi sebagai seorang prajurit militer di satu negara. Ia menjalani masa tugas dengan semangat dan mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk mengabdi kepada negara yang ia cintai.

Dari waktu ke waktu ia begitu mencintai pekerjaannya sebagai seorang prajurit militer namun ia juga memiliki waktu untuk menghubungi keluarganya walaupun hanya melalui panggilan telepon.

Setiap ada kesempatan ia tidak pernah lalai untuk memberikan perhatian kepada keluarga yang di tinggalkan dan berbagi berkat yang ia terima dari hasil pekerjaannya.

Satu ketika ia mendapat tugas untuk ikut dalam misi perang untuk membela negara dan hal itu disampaikan juga kepada orang tua dan keluarganya. Keluarga memberinya semangat dan berharap ia akan sukses dan berhasil setelah pulang dari medan perang. 

Di medan perang yang begitu sulit dan berbahaya ternyata ia terkena peluru pada salah satu kaki dan dalam kondisi seperti itu akhirnya salah satu kakinya tidak bisa dipertahankan. Ketika mendapat perawatan medis di camp perang selanjutnya ia dibawa untuk menjalani perawatan lebih baik di rumah sakit militer dan salah satu kakinya diamputasi.

Karena keadaannya yang cacat dan sudah tidak memungkinkan lagi untuk menjalankan tugas di medan perang maka negara memberikan cuti sampai habis masa tugas sebagai seorang prajurit militer. 

Dalam keadaan seperti itu ia merahasiakan keadaannya kepada keluarga agar jangan mengetahuinya sekarang, ia berniat untuk kembali kerumah agar mendapat perawatan sehari-hari oleh orang tua dan keluarganya.

Namun untuk memastikan apakah orangtua bisa menerima keadaannya atau tidak ia minta agar diantar kerumahnya pada satu pagi.

Setibanya didepan rumah dengan orang yang mengantarnya, ia kembali menelpon ibunya  dan berkata "...pagi ini saya akan kembali dari tugas dengan selamat... " mendengar itu, ibunya sangat senang dan berharap dia tiba secepatnya. 

Kemudian ia melanjutkan pembicaraan dengan ibunya "...namun saya pulang dengan seorang sahabat saya yang selama ini bertugas dengan saya namun salah satu kakinya cacat karena terkena peluru dan sahabat saya ini sudah tidak memiliki orang tua. Apakah ibu bisa menerimanya juga ?... " Ketika mendengar itu ibunya langsung merespon dengan " ... sebaiknya kamu datang sendiri nak, jika datang dengan sahabatmu yang kakinya cacat itu akan sangat merepotkan ibu untuk merawatnya... "

Lalu ia kembali berkata kepada ibunya " ... Jika demikian coba buka pintu karena saat ini saya sudah tiba didepan rumah... " Kemudian ibunya segera membuka pintu rumah lalu melihat ternyata anaknya sudah tiba dan dalam keadaan cacat bukan sahabatnya yang mengalami cacat. Saat itu juga ia langsung pamit kepada ibunya dan pergi meninggalkan rumah sampai seterusnya. 

Makna Hidup

Dari kisah diatas kita bisa menemukan makna dari kasih hidup, bahwa betapa terbatasnya kasih sayang manusia, mereka menerima namun melihat seperti apa keadaan kita, mereka menerima jika itu bisa menguntungkan, bahkan orang terdekat sekalipun terkadang bisa menolak kita.

Lihat Juga Bacaan Tentang : Kasih Yang Sempurna

Tuhan Menerima Kita Apa Adanya

Kisah ini memberikan gambaran bahwa terkadang manusia tidak bisa menerima keadaan kita jika itu tidak membawa keuntungan bagi mereka. Berbeda dengan Kasih Allah yang tanpa melihat seberapa besar dan kotornya kita sebagai orang berdosa.

Allah menerima kita apa adanya tanpa melihat apa keadaan kita dan itulah hal yang sangat mulia yang dilakukan melalui anakNya Yesus hingga rela mati di kayu salib demi manusia yang hina dan berdosa.

Kiranya renungan ini menjadi inspirasi dan motivasi yang membangkitkan iman dan kasih kita kepada sesama tanpa memikirkan untung dan rugi.
Sadutu-Sabhori.com

Subscribe YouTube Kami Juga Ya