Flickr Images

Minoritas Yang Unggul

Pembaca  Yang Bijak - Sesuai judul diatas tentang Minoritas Yang Unggul bukanlah sebuah pemikiran yang akan membawa kita berpikir kearah yang sensitif soal SARA namun saya ingin melihat sesuatu yang berbeda dari cerita Alkitab mengenai orang-orang Israel yang hidup pada jaman Raja Yoyakim dimana mereka pada saat itu ditawan ke Babel sebagai budak dan cerita ini sudah banyak dibahas dalam berbagai versi dan sudut pandang yang berbeda-beda.

Singkat cerita ketika empat pemuda dari Israel dari keturunan bangsawan terpilih bersama pemuda-pemuda lain dari Babel untuk mengikuti seleksi dalam istana raja Nebukadnezar di Babel untuk menduduki jabatan penting di istana dengan kriteria khusus yang ditentukan raja yaitu agar mendapatkan kandidat yang paling cerdas dan berperawakan bagus untuk melayani di istana maka raja mensyaratkan kriteria khusus bagi orang-orang yang dipilih. Namun terjadi sesuatu yang unik didalam proses ini, raja memerintahkan agar mereka yang mengikuti seleksi harus mendapatkan pelayanan makanan dan minuman sekelas yang dikonsumsi raja namun keempat pemuda Israel yang dipilih tidak mau mendapatkan makanan dengan aturan raja tersebut, mereka hanya minta untuk diberikan sayur dan air saja dalam masa sepuluh hari sebagai percobaan dan itu terbukti ketika sampai batas waktu yang ditentukan raja keempat pemuda Israel inilah yang paling cerdas dan berhikmat serta perawakan mereka sangat baik sehingga mereka terpilih menjadi pegawai di istana raja.

Didalam kisah ini terdapat sebuah proses yang tidak biasa dan ini menunjukan kehadiran TUHAN pada saat keyakinan itu tetap kita jaga, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses ini diantaranya sebagai berikut : 

  • Perubahan Nama
Nama adalah satu identitas yang diberikan sejak lahir kepada seseorang dan ketika seseorang diberikan nama pada saat lahir memiliki arti tersendiri apalagi untuk bangsa Israel nama memiliki arti yang sangat penting dan Keempat pemuda Israel itu namanya diubah mengikuti penamaan di Babel yang artinya melambangkan sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan penyembahan kepada dewa-dewa disana. Daniel menjadi Beltzazar, Hananya menjadi Sadrakh, Misael menjadi Mesakh dan Azarya menjadi Abednego. 

  • Makanan Santapan Raja
Keempat pemuda Israel diwajibkan mendapat pelayanan makanan seperti yang diberikan kepada raja dan kita tahu bahwa pada kerajaan atau Istana yang memuja para dewa sudah tentu apapun aktifitas dan keseharian selalu berhubungan dengan pemujaan terhadap dewa dan sangat memungkinkan semua makanan untuk raja sudah dipersembahkan kepada allah atau dewa Babel dan faktanya keempat pemuda Israel tidak mau menyantap makanan yang ditentukan raja dan mungkin itu alasannya.

  • Tulisan Dan Bahasa
Kita tahu bahwa tulisan dan bahasa adalah sarana yang diperlukan untuk komunikasi antar sesama, bangsa dan bahkan lebih luas lagi untuk menyampaikan pesan dengan baik dan pada saat di Babel mereka di didik dengan tulisan dan bahasa orang Kasdim agar mereka bisa berkomunikasi yang baik saat menjadi pejabat di Istana Raja.

Tentu kita  berpikir bagaimana mungkin keempat pemuda Israel ini tetap menjadi unggul dalam kerajaan yang sudah menghancurkan bangsa mereka ? Bagaimana dengan kenyamanan mereka ketika mereka hidup di istana raja sebagai minoritas ? Tentu ini adalah pertanyaan normal bagi mereka.
Dalam kondisi yang bermula dari tawanan hingga mereka mendapat jabatan dalam kerajaan musuh adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi dengan gampang, kita bisa berpikir secara realistis bahwa kondisi seperti ini merupakan ancaman bagi setiap orang yang status hidupnya adalah sebagai budak atau tawanan dan saya yakin keempat pemuda Israel ini memikirkan hal yang sama.

Namun apa yang menjadi pelajaran bagi kita sebagai orang Kristen dijaman ini ? 
Hal apa yang membuat Pembelaan TUHAN terjadi dalam kehidupan Kristen ketika mengalami masa-masa sulit ? 
  • KEYAKINAN YANG SUNGGUH 
Keempat pemuda Israel ini saya yakin mereka juga berpikir ketika mereka dibawa ke istana dan hidup ditengah-tengah bangsa Babel terutama di istana raja yang penuh dengan penjagaan ketat maka ini adalah keadaan yang tidak biasa. Jika saja mereka tidak memenuhi syarat dalam seleksi raja karena melawan makanan dan minuman raja maka kemungkinan mereka mendapat ancamam serius. Entah itu mereka diperlakukan dengan hal-hal buruk atau mungkin dengan cara lain.
Namun dengan keyakinan yang kuat bahwa Allah yang mereka sembah bisa memberikan pembelaan walaupun disaat-saat tersulit, didalam keyakinan mereka yang hanya beberapa orang saja ditengah-tengah bangsa yang besar dan kejam itu memberikan mereka pelajaran agar keteguhan dan ketabahanlah yang mendatangkan mujizat bagi mereka sehingga semua kriteria raja bisa terpenuhi dengan sempurna walaupun tidak menyentuh makanan dari raja.

Jika kita amati maka tentu kita sadari bahwa mereka adalah jumlah yang sangat kecil atau dengan kata lain mereka adalah minoritas, namun mereka tampil seperti tidak ada yang cacat dan ini menunjukan pembelaan Tuhan selalu tepat waktu. Walaupun jumlah musuh kita lebih banyak, masalah kita mungkin besar, pergumulan kita mungkin berat, mungkin saja kita saat ini berada ditengah-tengah berbagai ancaman yang sangat sulit namun percayalah Alkitab menuliskan cerita ini sebagai bukti bahwa orang yang selalu yakin dan percaya akan Kuasa Tuhan akan mengalaminya pada saat yang tepat. AMIN

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Minoritas Yang Unggul"

Post a Comment

Tuliskan Komentar anda disisni !

Note: only a member of this blog may post a comment.