Kekristenan Bukan Tameng

Saat membaca judul artikel ini " Kekristenan Bukan Tameng "  mungkin ada yang merasa aneh namun jangan dulu berpikir negatif sebelum membacanya sampai selesai agar memahami apa maksud yang sebenarnya dengan isi tulisan ini.

Pernahkah kita mendengar cerita atau menyaksikan sendiri kejadian-kejadian yang saya sebutkan dibawah ini.

Pertama :
Suatu saat ketika kita melihat dompet seseorang  jatuh ditempat sepi atau tertinggal di satu tempat dan dompet itu berisi sejumlah uang serta barang berharga lainnya sehingga kita berusaha untuk mengambilnya secara diam-diam padahal kita tahu ada banyak cara untuk mengembalikan kepada pemiliknya. 

Kedua : 
Mungkin dalam pekerjaan, kita berada pada posisi yang strategis untuk mengakses banyak hal dan berpotensi mendapatkan keuntungan secara pribadi dengan cara yang tidak diijinkan misalnya korupsi dan lain sebagainya padahal kita tahu bahwa itu adalah hal yang salah dan bisa merugikan orang lain ?

Ketiga : 
Apakah kita pernah memberikan kesaksian palsu terhadap sesuatu yang jelas-jelas kita tahu itu hal yang salah dan mengorbankan orang lain demi kenyamanan kita sendiri ?

Coba kita renungkan salah satu dari kejadian yang saya sebutkan diatas, misalnya dompet seseorang yang jatuh di tempat sepi dan kemudian kita sendiri yang melihat situasi itu maka apa yang kita pikirkan ? Saya yakin ketika kita hendak mengambil dompet tersebut, hati kita memberi isyarat bahwa itu milik orang lain , mungkin saja hati kita juga mengingatkan kita bahwa kita adalah seorang kristen yang seringkali menasehati orang lain agar jangan mengambil barang milik orang lain. Ya, yang pasti setiap orang memiliki niat untuk tidak melakukan hal yang salah namun ketika keinginan untuk melakukan hal yang salah lebih besar maka terjadilah dosa dan sebagian besar orang anggap hal ini adalah hal yang biasa-biasa saja sehingga mengabaikannya. 

Dari beberapa kasus diatas apakah kita sulit memahami tentang dosa sehingga melawan sesuatu yang benar didalam hidup ? kita hanya berpikir dosa yang dicatat atau dilarang oleh Tuhan hanya perbuatan yang kelihatan saja namun kadang  kita lupa dengan dosa yang ada dalam hati dan pikiran kita yang memaksa kita untuk selalu mengambil sikap yang salah.

Seringkali orang berpikir bahwa dosa terjadi ketika ada penipuan, pembunuhan, perzinahan dan masih banyak lagi yang kelihatan sehingga hal-hal itu saja yang diwaspadai, namun ketika  seseorang merencanakan sebuah kejahatan, penipuan, pencurian dan menginginkan sesuatu yang bukan miliknya serta berusaha memilikinya secara tidak sah adalah hal yang wajar-wajar saja atau dosa biasa dan tidak diperhitungkan oleh Tuhan. Dan mungkin saja dosa yang tidak kelihatan dalam perbuatan ini sudah dianggap biasa, bukan hanya oleh orang yang bukan kristen namun banyak orang kristen juga melakukannya bahkan yang terparah adalah dengan sengaja melakukannya. 

Memang kita tidak pernah luput dari banyak dosa dan kesalahan namun niat seseorang untuk menghindari perbuatan dosa sangatlah diinginkan Tuhan. Manusia tidak bisa menilai hati dan pikiran seseorang namun ketika niat untuk melakukan dosa sudah tidak bisa dikendalikan maka akan terlihat dalam perbuatan dan kata-kata.  

Kita tidak bisa sempurna dalam berperilaku walaupun kita sudah berusaha dengan maksimal namun ketika kita memiliki komitmen untuk menghindari perbuatan dosa maka hal itu akan terbiasa dan kita akan memiliki kepekaan yang kuat untuk menghindari hal-hal yang berkaitan dengan dosa. Namun jika kita beranggapan bahwa sesuatu yang negatif dan kotor dalam pikiran kita adalah hal yang biasa maka semakin hari kita tidak akan merasakan kepekaan akan sesuatu yang salah atau negatif dan kotor yang timbul dalam hati dan pikiran kita sehingga tidak sadar kita melakukan perbuatan tercela namun kita beranggapan itu hal biasa.
Itu hanyalah satu contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari yang seringkali kita abaikan padahal ada suara hati kita sendiri mengatakan jangan melakukan perbuatan yang salah namun kita tidak menghiraukannya. 

Dalam kehidupan kekristenan juga hal seperti ini bisa saja terjadi. Banyak orang kristen dalam kehidupan sangat aktif dalam ibadah, gereja dan kegiatan rohani lainnya, bahkan berbicara Firman Tuhan dan menasehati orang lain menggunakan nasehat rohani namun dari mulut yang sama juga mengeluarkan kata-kata tidak terpuji, makian dan terlibat dalam hal-hal  kotor baik di rumah maupun di lingkungan kerja, inikah kekristenan yang benar ?
Dengan percaya dirinya kita berbicara hal rohani kepada orang lain, seluruh kegiatan rohani kita ikuti, penampilan kita buat sebaik mungkin saat di gereja atau tempat ibadah namun apakah kita sadar bahwa itu hanyalah tameng belaka ? Kekristenan bukan tameng agar orang melihat kita seorang kristen yang baik, kekristenan adalah cara hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan.

Semoga tulisan dalam artikel ini mengingatkan kita sebagai orang kristen agar kita hidup menunjukan sikap yang dikehendaki Tuhan supaya setiap orang yang melihat cara hidup kita bisa terinspirasi untuk percaya kepada Tuhan Yesus. AMIN

Subscribe to receive free email updates:

Comments
0 Comments

About Me

My photo
Nama saya Fredik Lusi, asal Nusa Tenggara Timur, saya pemilik Sadutu-sabhori.com yakni blog yang memuat konten-konten rohani Kristen yang bertujuan untuk memotivasi dan menginspirasi pembaca agar terus hidup pada jalan yang kebenaran sesuai Firman Tuhan. Ada beberapa penulis dalam blog ini yang namanya tidak disebutkan dalam artikel dengan tujuan agar pembaca tidak terinspirasi karena figur penulis namun fokus pada isi tulisan. 085239264444